Langsung ke konten utama

MOS 2012

Masa Orientasi Siswa atau biasa disebut MOS adalah yang sebenarnya adalah disaat siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah supaya bisa segera beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa kegiatan yang berhasil terekam kamera admin. Pelaksanaan MOS dimulai tanggal 9 Juli - 11 Juli 2012

MOS hari pertama setelah calon siswa kelas 7 diberikan beberapa materi oleh para panitia MOS siswa diminta membuat denah SMP Negeri 1 Sukosewu . Siswa menjelaska tata letak ruang kelas, ruang guru dan ruang yang terdapat di SMP Negeri 1 Suksewu



( Peserta Menggambar Denah )

Hari ke dua pemberian materi PBB ( Pelatihan Baris Berbaris ) dan dilanjutkan permainan yang berhadiah pemberian Permen kepada pemenangya.


 ( PBB )

( Drs. Heri Prmono : Instruktur PBB )


( Video Pelatihan Baris Berbaris kepada Calon Siswa SMP Negeri 1 Sukosewu )



( Panitia MOS 2012 )

Hari ke 3 Peserta MOS diajak untuk melaksanakan bakti sosial membersihkan rumput ke sekitar SMP Negeri 1 Sukosewu. .
( Bersama Polisi dan TNI Sukosewu peserta MOS membersihkan Lapangan Desa Sukosewu untuk Upacara 17 Agustus 2012 nanti )

( Membersihkan Rumput Lapangan Desa Sukosewu )


( Video Detik - detik Penutupan MOS )


Allhamdulilah....puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT  kegiatan MOS calon siswa SMPN 1 Sukosewu telah selesai dilaksanakan dan berjalan dengan lancar,dengan demikian peserta MOS telah resmi menjadi siswa-siswi SMPN 1 Sukosewu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...