Langsung ke konten utama

IKUTI TRY OUT SD/MI SE KECAMATAN SUKOSEWU TAHUN 2015

Dalam rangka menghadapi UN SD/MI tahun 2014/2015 maka SMP Negeri 1 Sukosewu akan menyelenggarakan TRY OUT SD/MI, sehubungan dengan hal tersebut kami mengharap dengan hormat Bapak/Ibu Kepala Sekolah mengirimkan siswa/siswi kelas 6, untuk mengikuti kegiatan tersebut, yang akan dilaksanakan  besok :

Hari /Tanggal  : Minggu, 26 April 2015 
Pukul               : 08.00-Selesai 
Tempat            : SMP Negeri 1 Sukosewu 


SYARAT PESERTA 
Peserta TRY OUT SD/MI harus memenuhi syarat sebagai berikut : 
  • Peserta merupakan siswa/siswi SD/MI sederajat kelas 6 dan masih terdaftar sebagai siswa/siswi pada saat TRY OUT SD/MI berlangsung; 
  • Peserta mengisi biodata kolektif yang telah disediakan oleh panitia dengan lengkap dan benar.
BIAYA PENDAFTARAN
Tiap peserta TRY OUT tidak dikenai biaya pendaftaran (GRATIS)  
MEKANISME PENDAFTARAN 
  1. Mendaftar secara kolektif langsung ke sekretariat Panitia di SMP Negeri 1 Sukosewu dengan menyertakan syarat-syarat 1b. Pendaftaran bisa secara kolektif dan via sms.  
  2. Waktu pendaftaran dilaksanakan pada :
  • Tanggal  : 1323 April 2015 
  • Hari        : Senin – Sabtu  
  • Pukul      : 07.00 WIB – 14.00 WIB
  • (Khusus hari Jumat dan Sabtu mulai pukul 07.00 WIB – 10.00 WIB)
 Lain-lain
  1. Formulir pendaftaran dapat di perbanyak sesuai kebutuhan; 
  2. Hal-hal lain yang kurang jelas dapat ditanyakan kepada panitia;

Contact Person :

1.     085257795145 ( Yulianti,S.Pd )

2.     081230186644 ( Dra. Dwi Endang Rahayu )

3.     081330248877 ( Dra. Putri Astutik )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...