Langsung ke konten utama

Euforia HUT Ke 20 SMP Negeri 1 Sukosewu

Alhamdulillah acara yang digadang-gadang terlaksana dengan baik dan lancar. Euforia HUT SPENSAWU pada hari Minggu, 1 Mei 2016 telah terlaksana dan berjalan dengan baik tidak ada kendala yang berarti.

Acara dimulai Pukul: 07.11 WIB 
Ibu Nunuk Muzayanah,S.Ag sebagai pembawa acara

(Nunuk Muzayanah, S.Ag)
diawali dengan sambutan Ibu Kepala Sekolah 

(Siti Nuryani, M.Pd)

Sambutan dari bapak Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro yang diwakili oleh bapak Puji Widodo karena disaat yang bersamaan Bapak Kepala Dinas harus berada di tempat yang berbeda


Pelepasan Balon Oleh Ibu Kepala Sekolah

Kemudian Acara Berikutnya Peresmian Kelompok Drumband (Gita Prima Nada ) sekaligus ditandai dimulainya Jalan Santai 



Diucapkan banyak terima kasih kepada Dinas UPT Kec. Sukosewu, TK, SD/MI SMP/MTs, dan SMA/MA se Kecamatan Sukosewu dan tidak lupa ucapan banyak terima kasih atas keikut sertaan SD Pancur yang merupakan satu-satunya SD dari Kecamatan Temayang serta semua pihak yang datang untuk menghadiri HUT SPENSAWU kali ini.













Setelah Acara Jalan Santai dilanjutkan dengan pengundian Kupon Berhadiah serta Pensi sekaligus BAZAR yang telah disiapkan oleh Siswa SMP Negeri 1 Sukosewu 





























Untuk foto kegiatan yang lain  bisa di lihat pada Fans Page Face Book SMP Negeri 1 Sukosewu ( SPENSAWU )

Semoga HUT tahun depan lebih meriah dan lebih baik lagi. Amiin



Berita HUT SMP Negeri 1 Sukosewu Ke 20 Sumber Youtube : https://youtu.be/KULnImEQYH0

Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...