Langsung ke konten utama

Upacara Pembukaan Masa Pengenalan Siswa Baru (MPLS) Tahun Pelajaran 2018/2019

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Kepada Siswa Kelas 7 dilakukan dengan melaksanakan Upacara Bendera yang dipimpin langsung oleh Bapak Camat Sukosewu (Mohamad Yasir). 

Sambutan Oleh Bupati Bojonegoro yang disampaikan Oleh Bapak Mohamad Yasir

Dalam Upacara tersebut dilakukan Penyerahan Siswa Oleh Orangtua kepada Pihak SMPN 1 Sukosewu yang disaksikan langsung oleh Ketua Komite (Suyitko ) dan Mohamad Yasir .  


Penanda tanganan Berkas Serah Terima Oleh Orangtua Siswa


Penanda Tanganan Serah Terima Oleh Pikah SMPN 1 Sukosewu  - Siti Nuryani


Penanda Tanganan Serah Terima Siswa Kepada SMPN 1 Sukosewu Mengetahui Komite


Penanda Tanganan Berkas Serah Terima Siswa Kepada SMPN 1 Sukosewu Mengetahui Bapak Camat

Upacara tersebut ditutup dengan Pemasangan Atribut (topi) SMPN 1 Sukosewu kepada salah satu siswa MPLS secara simbolis oleh bapak camat Sukosewu. 






Tidak Lupa Bapak Camat Mengajak untuk berfoto para orang tua siswa baru yang mulai dari pagi dengan antusias yang tinggi mengikuti kegiatan tersebut. 



Untuk Foto yang lain bisa klik Fans Page Kami di SINI



Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...