Langsung ke konten utama

Informasi PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020

Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru 
SMP Negeri 1 Sukosewu
Tahun Pelajaran 2019/2020

1. Jadwal Kegiatan 

2.Persyaratan Peserta :
  1. Telah lulus SD/MI dan SDLB, memiliki Ijazah dan STL/STK atau Surat Keterangan Lulus dari sekolah (disertai nilai Ujian Nasional) untuk lulusan pada Tahun Pelajaran 2018/2019 dan sebelumnya; 
  2. Program Paket A memiliki ijasah dan STL Program Paket A Setara SD Lulus pada tahun pelajaran 2018/2019 dan sebelumnya; 
  3. Berusia maksimal 15 tahun pada saat awal tahun pelajaran 2019/2020 (tanggal 1 Juli 2019) dikecualikan penyandang disabilitas di sekolah yang menyelenggarakan layanan inklusif; 
  4. Calon peserta didik harus memiliki Fotokopi SHUN dengan menunjukkan aslinya atau Surat Keterangan Kelulusan yang dikeluarkan oleh sekolah asal. 
  5. Calon peserta didik memiliki Kartu Keluarga (KK) dengan ketentuan KK yang digunakan adalah KK yang diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan PPDB;
3.Tata Cara Pelaksanaan
  1. Mengambil dan mengisi formulir pendaftaran SMP Negeri 1 Sukosewu.
  2. Menentukan pilihan sekolah yang dituju.
  3. Mengembalikan formulir yang telah diisi disertai bukti syarat pendaftaran.
  4. Panitia PPDB memverifikasi dan mengakses dalam sistem online.
  5. Peserta didik menerima printout bukti pendaftaran dan ditandatangani oleh peserta didik, Orang tua, dan panitia.


Formulir Bisa Didownload/Unduh di Sini



Formulir Bisa Didownload/Unduh di Sini

================= Download Formulir Pendaftaran =================


Informasi Lebih Lanjut :
Telp/WA : 085235048001


Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...