Langsung ke konten utama

SERUNYA LDK DISENDANG MAIBIT

SERUNYA LDK DISENDANG MAIBIT


Oleh :
Tyas Arumningsih   
Kelas : Ix-D
No. Induk : 2364
 
Hari minggu kemarin tepatnya pada tanggal 24 november 2013 mungkin adalah hari yang tak terlupakan bagi anggota Osis baru dan 10 anggota Osis lama SMP Negeri 1 Sukosewu. Karena pada hari itu mereka mengikuti kegiatan LDK. Agar peserta LDK bisa lebih dekat dengan alam sehingga kegiatan yang diharapkan dapan menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi anggota Osis baru ini dilakukuan disalah satu objek wisata yang berada di Tuban tepatnya di Sendang Maibit Kecamatan Rengel.

Pembukaan kegiatan ini diawali dengan upacara dan sambutan-sambutan dari Pak Hary Mulyadi salah satu guru SMP Negeri 1 Sukosewu dan panitia penyelenggara kegiatan ini, beliau berpesan agar anggota Osis yang ikut kegiatan ini harus menjaga sikap untuk menjaga nama baik SMP Negeri 1 Sukosewu dan berhati-hati karena tempat yang yang digunakan bukan tempat milik kita. Sambutan kedua disampaikan oleh kak Budi Prastyo dan Kak Budi Santoso sebagai pelatih dalam kegitan ini. 
Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan kegiatan out bond, mereka diberi beberapa permainan-permainan seru. Setiap permainan terdapat  pengalaman-pengalaman yang berharga, seperti tidak boleh egois, dapat menyelesaikan masalah didalam suatu Organisasi, pantang menyerah, kekompakan, dan masih banyak pengalaman-pengalaman yang dapat dipetik yang berguna untuk masa depan. Karena permainan-permainan yang diberikan sangat seru dan melihat semangat kakak-kakak pelatih sehingga badan yang lelah tidak terasa dan membuat suasana semankin seru dan semakin bersemangat. Untuk menghilangkan lelah, penat, dan untuk mengakhiri out bond mereka diajak untuk merenung yang dipimpin oleh Kak Budi Prasetyo, semua peserta menangis terharu karena membayangkan jasa-jasa orang tua, guru-guru mereka yang sangat berjasa.
 Setelah istirahat, makan dan sholat mereka melanjutkan kegiatan pengarahan, dan pengetahuan tentang iptek, sikap-sikap yang dilakukan seorang pemimpin dan tata krama yang baik didalam lingkungan masyarakat. Pengarahan ini diberikan oleh guru-guru yang ikut dalam kegiatan yang bertempat di Sendang maibit ini. Banyak pengetahuan-pengetahuan baru yang dapat menjadi wawasan, dan pengalaman untuk bekal dimasa depan. LDK ini diakhiri dengan upacara penutupan. “semua peserta mengikuti dengan senang dan bersemangat, kegiatan yang paling berkesan adalah pada saat renungan karena kita dapan mengingat jasa-jasa orang tua, guru-guru dan kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat” Ujar Ketua Osis Smp Negeri 1 Sukosewu. ”Semoga kegiatan ini membuat Osis SMP Negeri 1 sukosewu bisa lebih baik dan menjalankan tugas dan amanat yang telah diberikan oleh oleh siswa-siswi yang telah dipercayakan kepada kita”  Tambahan dari Pungki salah satu Osis SMP Negeri 1 Sukosewu.



Komentar

  1. salut buat mbak Tyas....semoga blog SMP Negri 1 Sukosewu makin maju& saya siap menjaga dari hacker tak bertangung jawab


    Salam sapensawu hacker team

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjunganya dan harap memberikan kritik, saran yang mendukung.

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...