Langsung ke konten utama

Kegiatan MOS 2014 Hari Ke-2

SMP Negeri 1 Sukosewu - Selasa 15/7/2014 MOS memasuki hari ke-2. Kegiatan pertama hari ini adalah Permainan Kata Berbaris Urut Nama yang dilakukan oleh kelompok Merah yang berjumlah 30 Anak. Dengan peraturan sebagai berikut :
  • Tiap Anak berbaris lurus menghadap ke depan sesuai abjad namanya
  • Dari 30 Anak Tesebut dibagi menjadi 2 kelompok dan tiap kelompok berjumlah 15 anak.
  • Setelah ke dua kelompok tersebut berbaris, guru/osis memberikan sebuah kalimat kepada anak yang berbaris dipaling belakang. Kemudian anak tersebut harus membisikan kalimat yang diberikan oleh guru/osis kepada temanya yang berada di depanya sampai teman yang paling ujung depan. 
  • Anak yang berdiri di bagian paling depan harus mengucapkan secara jelas kepada panitia MOS untuk dinilai apakah kalimat tersebut sesuai dengan yang diberikan panitia . 
Kegiatan MOS yang kedua hari ini berkaitan dengan Tata Tertib Berlalu lintas yang berisi tentang penjelasan dan cara berla lulintas yang baik di jalan raya agar siswa aman.

Kegiatan Ke tiga Panitia Memilih untuk memberikan materi Tata Krama dan Budi Pekerti. Tujuan dari materi ini adalah supaya siswa memiliki sikap yang baik kepada Guru, Orang Tua, Orang Disekitar dan Teman Sejawat.

Kegiatan terakhir adalah permainan Pesan Berantai .
  • Tiap anak dikelompokkan per-SD/MI masing-masing.
  • Lalu setiap anak akan ditunjuk untuk menyebutkan nama temanya
  • bila salah akan mendapatkan hukuman menyapu kelas ( hukuman tersebut bertujuan agar siswa menjadi anak yang cinta kebersihan)
Sebelum Pulang siswa diajak sholat Dzuhur Berjamaah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...