Langsung ke konten utama

Nasib Sekolahku Dikala Musim Hujan

Sukosewu - 07/02/2015 Siswa SMP Negeri 1 Sukosewu khususnya kelas 7 dikejutkan dengan adanya air yang menggenangi akses jalan ke kelas mereka. Air tersebut merupakan kiriman dari kalen (parit) yang berada di belakang (barat) SMP Negeri 1 Sukosewu. Selain menggenangi akses ke kelas hal ini juga mengakibatkan tanaman jambu dan jeruk yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Bojonegoro yang baru ditanam terendam. Jika hal ini dibiarkan terus menerus bisa dipastikan tanaman tersebut akan mati. Sebenarnya pihak sekolah sudah memiliki solusi yaitu dengan membuatkan pagar keliling yang barfungsi untuk membatasi antara kalen dengan SMP Negeri 1 Sukosewu serta pengurukan lahan yang bertujuan agar lahan sekolah lebih tinggi dari pada kalen , namun dikarenakan membutuhkan biaya yang besar sampai saat ini keiginan tersebut belum terlaksana.Mohon dari pihak-pihak yang terkait untuk bisa memperhatikan masalah ini.
 
Terlihat Siswa Harus Melepas Sepatu Agar Sepatu Mereka Tidak Basah

Tidak Adanya Dinding  Pembatas antara Kalen dengan Lahan Sekolah Sehingga air dengan mudahnya masuk dan membanjiri lahan sekolah.
 (Tampak Air Mengalir deras dari kalen menuju lahan sekolah)
(Kantin Sekolah Sebelah Barat Air Setinggi Mata Kaki menghalangi siswa untuk njajan)

Video Depan Kelas 7
Banyak Fasilitas Masyarakat yang perlu diperhatikan termasuk sekolah kami . Terima Kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...