Langsung ke konten utama

Membuat pupuk organik cair dan EM4

Pembuatan pupuk cair sebagai alat/bahan untuk memelihara tanaman dan tumbuhan yang ada d SMP Negeri 1 Sukosewu adapun cara dan bahan pembuatan pupuk cair (EM 4) tersebut adalah sebagai berikut:

BAHAN-BAHAN MEMBUAT EM4

1. Tempe :  ¼  Kg

2. Tape :  ½ Kg

3. Yakult :  2 Botol

4. Gula Tetes :  1 Liter

5. Galon/jirigen : 20 Liter

6. Air : 20 Liter


Cara membuatnya:

1.      Tempe dan tape ditumpuk/diuleg/diblender sampai halus

2.      No.1 masukkan bak/timba dicampur air 3 Liter air diaduk sampai rata

3.      Gula tetes 1 Liter dicairkan dengan air 16 liter air

4.      No 2 dan no 3 dimasukkan dalam galon kemudian digoyang sampai rata

5.      Masukkan yakult kemudian tutup rapat setelah 8 jam dibuka beberapa menit

6.      Setelah 4 hari bisa dipakai aplikasikan

NB: Air yang  dipakai membuat EM4  sebaiknya air sumber


Cara pembuatan pupuk organic cair

1.      Melarutkan EM4 100 Mili ke air cucian beras 1 Liter

2.      Gula Tetes 200 ML

3.      Air sumber 10 L

4.      Semua dimasukkan dalam galon/jirigen diisi dengan 10 liter air kemudian diaduk sampai rata, setelah 4 hari abru bisa dipakai

5.      Cara aplikasi ambil no 4, 5 ml/1 liter air, disisramkan sesuai kebutuhan

Agar lebih jelas simak video berikut :




Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...