Langsung ke konten utama

TEH BUNGA BUGENVIL

Selama ini bunga bougenville dikenal sebagai penghias taman atau halaman rumah.  Bunganya yang berwarna warni membuat halaman rumah menjadi lebih indah. Tak heran jika banyak orang yang membudidayakan bunga bougenville, baik untuk dijual atau ditanam sendiri.

Selain untuk tanaman hias ternyata bunga bugenfil juga dapat di konsumsi. Dari beberapa penelitian, diketahui bunga bugenvil memilik khasiat dan dapat mengobati resistensi insulin atau diabetes karena mengandung senyawa pinitol. Selain itu, menjaga keseimbangan kolesterol HDL dan ldl, mengobati batuk, mengatasi masalah pencernaan karena adanya senyawa inflamasi, membunuh bakteri, serta sumber antioksidan alami.



Lahan di SMP Negeri 1 Sukosewu sebagian di tanami dengan bunga Bugenvil. Karena bunganya yang melimpah, SMP Negeri Sukosewu berinisiatif memanfaatkan bunga tersebut menjadi minuman teh.


Cara pembuatannya seperti berikut:
  1. Petik bunga bugenfil dari pohonnya. Tidak perlu di dibedakan yang kuncup atau yang mekar.
  2. Bunga yang sudah dipetik dicuci terlebih dahulu dengan air mengalir untuk menghilangkan debu dan kotorannya. Kemudian letakkan dalam nampan dan jemur di terik matahari sampai kering.
  3. Rebus kurang lebih 500 ml air sampai mendidih,kemudian masukkan bunga kering tunggu sekitar 5 menit. Untuk menghilangkan rasa pahit pada bunga bugenvil bias ditambahkan dengan buah pinang.
  4. Saring hasil rebusan bunga ke dalam teko
  5. Seduh dalam cangkir dan tambahkan gula. Dan the bugenvil siap dinikmati














Komentar

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...