Langsung ke konten utama

KEGIATAN POKJA TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)

Peserta didik yang menjadi anggota Pokja Toga menam ulang pot atau polybag yang masih kosong atau belum ditanami dengan prinsip dalam satu barisan harus satu jenis tanaman yang sama sehingga terlihat rapi, tertib sesuai dengan kelompok tanaman masing-masing. Hal ini juga dimaksudkan untuk mempermudahkan peserta didik dalam memanfaatkan tanaman toga untuk kegiatan pembelajaran.

Setelah tanaman Toga ditanam tentunya langsung disiram kecuali jika ditanam dari bijinya. Namun proses penyiram tidak hanya habis tanam saja, namun dalam jangka waktu tertentu tanaman harus disiram sesuai jenis tanaman masing-masing. Sekiranya ada tanaman yang tidak tahan udara panas maka harus sering disiram. Demikian pula sebaliknya tanaman yang tahan udara panas barangkali disiram sesuai dengan kebutuhan.. Penyiraman dilakukan beberapa hari sampai dengan satu minggu atau dua minggu, supaya tanaman tumbuh subur maka perlu dipupuk. Pupuk yang dimaksud adalah pupuk untuk menyuburkan daun suatu tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Pupuk penyubur tersebut adalah pupuk urea, ZA atau NPK yang sangat bermanfaat untuk menyburkan tumbuhan yang ditandai dengan munculnya daun yang subur dan lebat. Selain itu menyiangi rumput yang ada dalam pot juga perlu dilakukan.

Pemberian rak untuk tanaman toga sangat membantu dalam penyususnan tanama, pengecekan dan juga memaksimalkan penggunaan lahan.

Penggunaan label dapat membantu peserta didik dalam mengenali dan juga belajar jenis tanaman obat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Kerja Kader Publikasi

A.       Nama Kegiatan Kader   Publikasi program Adiwiyata SMPN   1 sukosewu B.       Latar Belakang Peran serta Kader Publikasi ini sangat diperlukan dalam rangka mengenalkan   Program Adiwiyata pada lingkungan masyarakat   sekitar khususnya warga sekolah dan seluruh masyarakat bahkan di lingkungan sekolah se-kabupaten Bojonegoro. Konsep Adiwiyata yang dikembangkan di SMPN 1 Sukosewu merencanakan kegiatan kegiatan yang terbagi dalam beberapa kader.Diantaranya Kader Sanitasi, Sampah, Pertanian, Perikanan, Kantin sehat, Kerohanian, UKS dan Kader yang   bertugas untuk menyebarluaskan Konsep adiwiyata ini adalah Kader Publikasi. Dalam Publikasi ini akan kita bagi menjadi dua bagian yaitu publikasi melalui   Mading sekolah   dan juga media ONLINE ( Blog sekolah). C.       Dasar Kegiatan 1.        Visi sekolah :Berbudi pekerti luhur ,berp...

Pembuatan Hand Sanitizer dari Daun Kayu Putih

Kayu putih merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih. Minyak diekstrak terutama dari daun dan rantingnya. Namanya diambil dari warna batangnya yang memang putih.    SMP Negeri 1 Sukosewu Sebagian besar lahannya selain di tanami dengan pohon  pisang juga di tanami dengan pohon kayu putih. Karena di masa Pandemi Covid-19, harga hand sanitizer yang melambung begitu tinggi, maka SMP Negeri 1 Sukosewu berinisiatif membuat inovasi hand sanitizer dengan memanfaatkan daun kayu putih yang melimpah. Pembuatan Hand sanitizer ini dilakukan oleh siswa di rmah sebagai ugas dari pembelajaran mata pelajaran Biologi.

Proses Pembuatan D'Bog Crispy

Tanaman pisang merupakan tumbuhan berbatang basah yang besar, biasanya mempunyai batang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun. Tangkai daun jelas beralur pada sisi atasnya, helaian daun lebar dan memanjang. Tak hanya buahnya yang bermanfaat, ternyata pelepah pisang juga kaya akan manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.  SMP Negeri 1 Sukosewu sebagian besar lahannya terdiri dari pohon pisang, yang selama ini yang diolah hanya buahnya. Kali ini mencoba membuat inovasi pengolahan pelepah pisang yang di buat krispi. Berikut ini cara pengolahan “ Proses Pembuatan  D'Bog Crispy ”: