Langsung ke konten utama

SMPN 1 Sukosewu Menyabet Juara 1 ( satu ) FLS2N Kabupaten Bojonegoro 2022

FLS2N Kabupaten Bojonegoro jenjang SMP yang telah dilaksanakan pada tanggal 12-13 Juli 2022, di GOR SMT, SMPN 1 Sukosewu kembali lagi dengan mengikuti lomba seni kategori kreativitas musik tradisional. Tim karawitan 'Gema Parisuka' yang menyajikan karya musik tradisional dengan judul "Pesona Atas Angin", SMPN 1 Sukosewu berhasil pulang membawa juara.

Bojonegoro adalah kota yang dikelilingi pegunungan dan hutan. Potensi wisata Bojonegoro menilik dari keanekaragaman keindahan alamnya. Objek wisata Negeri Atas Angin terletak di ketinggian bukit menjulang, diapit jurang-jurang terjal, di tengah kawasan hutan jati. Destinasi wisata ini memang menyejukkan hati dan mata. Lanskap pemandangan Nampak luas berbatas awan. Hamparan lembah, pegunungan, sawah, dan hutan menjadi daya tariknya. Terinspirasi dari keindahan alam tersebut, terciptalah karya music daerah berjudul “Pesona Atas Angin”.

Karya ini mempersembahkan gambaran obyek wisata Negeri Atas Angin yang terletak di selatan Bojonegoro. Pegunungan asri yang diselimuti awan dan semburat cahaya jingga yang menawan, menyejukkan hati. Disajikan dengan iringan alat musik gamelan pelog untuk memunculkan suasana sejuk yang dapat dirasakan ketika berkunjung ke wisata Negeri Atas Angin serta dilengkapi dengan musik oklik sehingga menambah rasa khas Bojonegoro.

Dalam mewujudkan karya ini, pelatih dan tim karawitan SMPN 1 Sukosewu memnafaatkan beberapa vokabuler garap karawitan yaitu gending, laras, irama, dan gamelan. Gamelan yang digunakan adalah laras pelog, bentuk pola tabuhan kempul/gong, kenong, dan kethuk, dengan variasi pola-pola ritme atau tabuhan yang merupakan hasil krativitas sendiri dan pola kothekan (pola oklik) pada bagian tertentu.

Dalam karya ini, kami mencoba mengeksplorasi dan menyusun pola-pola melodi dalam laras pelog pada wilayah pathet barang, dengan orientasi seleh dominan pada laras 5 (limo), 3 (telu), dan 7 (pitu), yang terwujud dalam kalimat-kalimat lagu dan ritme yang rmpak, sigrek, dan dominan serta eksplorasi pola-pola pukulan kendang dan kothekan. Kemudian dirangkai dengan sedemikian rupa dengan dinamika, tempo, dan irama yang beragam serta menggunakan syair-syair sebagaimana dimaksud sehingga menjadi satu kesatuan karya yang utuh.

Kreativitas musik tradisional yang dihasilkan oleh tim Gema Parisuka mampu menarik perhatian dewan juri FLS2N, SMPN 1 Sukosewu mendapatkan total nilai 285 dan meraih juara 1. Atas keberhasilan seluruh tim, Gema Parisuka kini akan lanjut ke tingkat Provinsi. Semoga bisa terus menghasilkan karya yang indah dan mampu mewakili SMPN 1 Sukosewu untuk terus maju dan sukses.


TIM PRODUKSI:

Penata Musik/Pelatih: Rian Susilo, S.Sn

Penata Rias/Kostum: Yulianti, S.Pd

Official: OSIS SMPN 1 Sukosewu

Nama Grup: Gema Parisuka

Peserta:

  1. Azel Zandra Daffaoza Alwinfa (7-B)
  2. Bachtiar Kusuma Prayogo (7-A)
  3. Puji May Astutik (7-C)
  4. M. Fahri Aprilianto (7-A)
  5. Aldo Aprilianto (8-A)


Komentar

  1. Mantaps.... Teruslah berkarya dan Semoga bermanfaat bagi semua

    BalasHapus
  2. Semoga bisa juara provinsi

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjunganya dan harap memberikan kritik, saran yang mendukung.

Postingan populer dari blog ini

COACHING DALAM SUPERVISI AKADEMIK STRATEGI MENGEMBANGKAN POTENSI COACHEE

A. Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam modul 2.3 ini saya belajar tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Supervisi akademik dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid dan untuk m engembang k an kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah . P emimpin sekolah yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi diri dan orang lain dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. P endekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan , hal ini mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah  coaching .   Coaching  didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana  coach  memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribad...

Dilema Etika, tantangan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan yang Berbasis Nilai-nilai Kebajikan

    Sebagai seorang pemimpin tentu selalu dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus mengambil keputusan. Dalam pengambilan keputusan pemimpin dapat menggunakan berbagai pertimbangan yang telah dianalisa dampak dan manfaatnya. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka dapat digunakan Pemimpin dalam pengambilan Keputusan. Patrap Triloka adalah sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Suwardi Suryaningrat (alias Ki Hadjar Dewantara) selaku pendiri organisasi pergerakan nasional Indonesia yaitu Taman Siswa. Konsep pendidikan ini digagas Suwardi Suryaningrat atas dasar kajiannya terhadap ilmu pendidikan (pedagogi) yang diperoleh dari tokoh pendidikan ternama mancanegara, yaitu Maria Montessori dari Italia dan Rabidranath Tagore dari India. Konsep ini menjadi prinsip dasar para guru dalam melakukan pendidikan di Taman Siswa. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada, yang artinya "yang di depan memberi teladan", (2) I...

Koneksi Antar Materi Modul 1.4 Budaya Positif

    Setelah saya mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif membuat Saya semakin yakin dan percaya bahwa proses tak kan pernah mengkhianati hasil. Bismillah, dalam berproses memahami, memaknai, menyelesaikan semua materi dan tugas yang menjadi tantangan tersendiri untuk saya membuat saya semakin yakin dan mantap untuk terus menjadi pemelajar sejati, meningkatkan kompetensi diri sebagai pribadi dan pendidik yang dapat berperan dan memberikan kebermanfaatan lebih banyak kepada murid, teman sejawat, orang tua, dan masyarakat.            Saya menjadi lebih percaya diri untuk terus melakukan aksi nyata untuk menyebarkan virus kebajikan, menciptakan budaya positif baik di rumah, di sekolah, dan dimana saja diantaranya: berdoa sebelum melakukan kegiatan, membudayakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), Membiasakah Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan peduli lingkungan serta alam sekitar, berusaha melaksanakan tugas, kewajiban dan...